Showing posts with label MUNAJAT 212. Show all posts
Showing posts with label MUNAJAT 212. Show all posts

Thursday, February 28, 2019

PUNYA BUKTI, JURNALIS LAPORKAN LAGI INTIMIDASI DI MALAM MUNAJAT 212

PUNYA BUKTI, JURNALIS LAPORKAN LAGI INTIMIDASI DI MALAM MUNAJAT 212




CANDUQQ- Satu lagi seorang jurnalis yang meliput acara Munajat 212 melapor ke polisi atas kekerasan yang ia alami. Laporan kali ini berasal dari Endra Rizaldi, jurnalis CNN Indonesia TV, yang mendapat intimidasi saat melakukan pekerjaannya dari sekelompok orang di acara tersebut.

Kepala Peliputan CNN Indonesia TV Revolusi Riza yang mendampingi Endra mengatakan laporan yang mereka buat berdasarkan dugaan penghalangan kerja jurnalistik. Sementara itu, pihak yang dilaporkan adalah massa yang memakai atribut ormas Front Pembela Islam (FPI).

"Pasal [yang digunakan]-nya penghalang-halangan kerja jurnalistik, melanggar Pasal 4 UU Pers No 40 Tahun 1999 [tentang Pers]. Walaupun kemudian ada juncto kekerasan di KUHP tapi yang kita kedepankan UU Pers-nya yang kita laporkan," kata Riza usai menemani Endra membuat laporan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (27/2).

Riza menekankan aksi massa yang mengintimidasi Endra saat bekerja tidak dapat dibenarkan. Tindakan massa meminta Endra untuk menghapus rekaman hasil peliputannya ia anggap menghalangi hak publik untuk memperoleh informasi mengenai peristiwa yang berlangsung.

Dalam laporan bernomor LP/1219/II/2019/PMJ/Dit.Reskrimum ini, ada dua keterangan saksi yang mereka andalkan. Di samping itu, pihak Endra juga membawa bukti berupa kamera dan rekaman.

Agen Domino- Keberadaan bukti ini yang menurut Riza membedakan dengan pelaporan serupa atas nama Satria Kusuma, jurnalis Detik.com, yang turut mendapat intimidasi dan kekerasan dari massa beratribut FPI.

"Kemarin kan kasus hari Jumat dilaporkan. Itu rumit karena enggak ada bukti videonya, jadi polisi identifikasinya jadi susah. Kalau ini kami bawa bukti rekaman ketika dia diminta menghapus itu," kata Riza.

Kendati demikian, Riza menegaskan laporan ini akan memperkuat laporan serupa yang dibuat jurnalis lain yang mendapat kekerasan di acara Munajat 212 itu. Ia berharap pihak berwajib dapat mengidentifikasi pelaku intimidasi dan kekerasan tersebut.

Ucapan Maaf

Endra bercerita bahwa saat itu dia hanya refleks merekam kericuhan yang dipicu oleh tertangkapnya seorang copet di dekat pintu masuk VIP acara Munajat 212 di Monas, Kamis (21/2). Hanya karena mengambil gambar itu, ia mengaku didorong beberapa kali oleh sejumlah orang beratribut FPI.

Kejadian itu berakhir dengan diusirnya Endra dari lokasi acara dan dihapusnya rekaman tentang kericuhan tadi sesuai desakan dan intimidasi massa.

"Cuma pendorongan saja yang saya alami, mungkin dua, tiga kali didorong. Saya pikir karena ada kawan saya, Joni, yang jagain di belakang, supaya enggak lebih banyak yang dorong saya jadi bisa menyelesaikan masalah di situ juga untuk cari jalan tengahnya," tutur Endra.

Ia menambahkan hingga saat ini belum ada ucapan maaf dari pihak panitia atas insiden yang menimpanya.

Riza yang juga menjabat Sekjen Aliansi Jurnalis Independen (AJI), membenarkan belum ada inisiatif dari panitia untuk membicarakan hal ini. Kendati pun ada, ia menekankan proses penegakan hukum harus tetap berjalan.

"Kalau misalkan nanti diajak ngobrol ya monggo aja tapi proses hukum akan jalan," kata Riza.

Saturday, February 23, 2019

TKN SELIDIKI IZIN DARI ANIES BASWEDAN UNTUK ACARA MUNAJAT 212

TKN SELIDIKI IZIN DARI ANIES BASWEDAN UNTUK ACARA MUNAJAT 212




CANDUQQ- Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma"ruf Amin mengklaim tengah menyelidiki izin pelaksanaan acara Munajat 212 di Monas yang diterbitkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Direktur Hukum dan Advokasi TKN Ade Irfan Pulungan mengatakan penyelidikan dilakukan lantaran acara tersebut dijadikan arena kampanye terbuka paslon 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"Kami lagi mengkaji proses pemberian izin yang diberikan Gubernur Anies Baswedan terhadap acara tersebut," ujar Ade di Posko Cemara, Jakarta, Jumat (22/2).

Ade menuturkan acara Munajat 212 seharusnya merupakan acara keagamaan. Akan tetapi, ia menilai acara itu justru ditunggangi oleh kelompok yang mendukung paslon 02.

Lebih lanjut, Ade menilai Anies seharusnya mengirim utusan untuk mengawasi acara tersebut agar berlangsung sesuai dengan izin awal. Sebab, acara yang dihadiri sejumlah tokoh BPN Prabowo-Sandiaga terkesan menjadi arena kampanye terbuka.

"Kalau memang izinnya itu terhadap masalah acara keagamaan seharusnya ada pantauan secara resmi dari pihak gubernur. Karena kita ketahui bersama hari ini belum diperbolehkan untuk melakukan kampanye terbuka," ujarnya.

Selain mengkaji izin Gubernur DKI, Ade menyampaikan TKN juga tengah menghimpun dokumen dugaan pelanggaran kampanye yang terjadi dalam acara Munajat 212 untuk kemudian dilaporkan ke Bawaslu.

Agen Domino- Sejauh ini sejumlah dugaan pelanggaran kampanya, di antaranya ketika sejumlah pengurus BPN Prabowo-Sandiaga melontarkan kalimat yang terindikasi ajakan untuk memilih paslon 02.



Selain itu, ia berkata sejumlah video dan foto di media sosial memperlihatkan ada salam dua jari khas paslon 02 serta nyanyian ijtima ulama dalam acara itu. Seluruh kajadian itu, kata dia, mendiskreditkan Jokowi-Ma"ruf.

"Kami lagi mengimpun data-data secara detil agar kami bisa melaporkan ini kepada pihak Bawaslu," ujar Ade.

Selama proses pengumpulan data dilakukan, Ade juga mengimbau Bawaslu berinisiatif melakukan penyelidikan. Sebab, perwakilan Bawaslu DKI ada di lokasi untuk memantau acara tersebut. (mr)