Sunday, December 30, 2018

CANDUQQ | ADU STATISTIK RONALDO DAN MESSI PADA TAHUN 2018 SIAPA YANG LEBIH BAIK

ADU STATISTIK RONALDO DAN MESSI PADA TAHUN 2018 SIAPA YANG LEBIH BAIK




CANDUQQ- 2018 nyaris usai, 2019 sudah menanti. Tahun sepak bola sudah selesai terlebih dahulu, khususnya di Serie A dan La Liga. Hanya Premier League yang masih menyiasakan pertandingan sampai akhir tahun.

Dua pemain terbaik di dunia: Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi sekali lagi menjaga kualitas mereka sepanjang tahun kalender 2018 ini. Keduanya memang tak meraih penghargaan individu tetapi kualitas mereka tetap tak bisa diragukan.

Tahun ini adalah tahun pertama persaingan Ronaldo dan Messi terpisah liga. Ronaldo melanjutkan petualangannya di Serie A bersama Juventus, Messi tetap di La Liga bersama Barcelona.

Sebelumnya, penikmat sepak bola sudah biasa melihat persaingan mereka secara langsung, ketika Ronaldo masih membela Real Madrid dalam sembilan tahun terakhir.

Meski demikian, bukan berarti perbandingan itu usai. Persaingan Messi dan Ronaldo justru kian panas. Siapakah yang terhebat pada tahun 2018 ? Baca ulasan selengkapnya di bawah ini:

Menutup Tahun

Ronaldo menutup tahun 2018 dengan membantu Juve mengalahkan Sampdoria (2-0), Sabtu (29/12) malam WIB. Dia mencetak dua gol kemenangan Juve di laga tersebut dan menutup paruh musim sebagai pemimpin di daftar top scorer sementara.

Messi mengakhiri tahun 2018 dengan kemenangan Barca atas Celta Vigo (2-0). Messi juga kembali membuktikan kehebatannya, dia terus menghadirkan magis yang membantu Barca meraih kemenangan-kemenangan penting.

Akan sangat menarik mengamati torehan Ronaldo dan Messi pada tahun 2019 mendatang. Namun, dengan keduanya telah mengakhiri tahun kalender 2018 ini, alangkah baiknya mengamati torehan mereka sepanjang tahun - yang juga merupakan tahun Piala Dunia.

Membandingkan

Agen Domino- Dua pemain ini memang terus jadi topik perdebatan yang panas. Suporter mereka masing-masing sering berselisih - meski sebenarnya mereka berdua tetap menjaga hubungan profesional berjalan baik.

Berlandaskan pada adu argumen tersebut, siapakah yang lebih superior pada tahun kalender 2018? Pertanyaan ini tak mudah tetapi setidaknya statistik bisa membantu menemukan jawabannya.

Mengutip laman messivsronaldo.net, setelah laga Juve vs Sampdoria, Sabtu (29/12) kemarin, berikut statistik dua pemain tersebut sepanjang tahun 2018:




Pemenangnya? Messi.

Ronaldo gagal mencetak 50 gol dalam satu tahun kalender untuk pertama kalinya sejak 2010 lalu. Messi juga unggul dalam membuat assists, meski Ronaldo lebih apik saat membela tim nasional.

CANDUQQ | ADU STATISTIK RONALDO DAN MESSI PADA TAHUN 2018 SIAPA YANG LEBIH BAIK

ADU STATISTIK RONALDO DAN MESSI PADA TAHUN 2018 SIAPA YANG LEBIH BAIK




CANDUQQ- 2018 nyaris usai, 2019 sudah menanti. Tahun sepak bola sudah selesai terlebih dahulu, khususnya di Serie A dan La Liga. Hanya Premier League yang masih menyiasakan pertandingan sampai akhir tahun.

Dua pemain terbaik di dunia: Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi sekali lagi menjaga kualitas mereka sepanjang tahun kalender 2018 ini. Keduanya memang tak meraih penghargaan individu tetapi kualitas mereka tetap tak bisa diragukan.

Tahun ini adalah tahun pertama persaingan Ronaldo dan Messi terpisah liga. Ronaldo melanjutkan petualangannya di Serie A bersama Juventus, Messi tetap di La Liga bersama Barcelona.

Sebelumnya, penikmat sepak bola sudah biasa melihat persaingan mereka secara langsung, ketika Ronaldo masih membela Real Madrid dalam sembilan tahun terakhir.

Meski demikian, bukan berarti perbandingan itu usai. Persaingan Messi dan Ronaldo justru kian panas. Siapakah yang terhebat pada tahun 2018 ? Baca ulasan selengkapnya di bawah ini:

Menutup Tahun

Ronaldo menutup tahun 2018 dengan membantu Juve mengalahkan Sampdoria (2-0), Sabtu (29/12) malam WIB. Dia mencetak dua gol kemenangan Juve di laga tersebut dan menutup paruh musim sebagai pemimpin di daftar top scorer sementara.

Messi mengakhiri tahun 2018 dengan kemenangan Barca atas Celta Vigo (2-0). Messi juga kembali membuktikan kehebatannya, dia terus menghadirkan magis yang membantu Barca meraih kemenangan-kemenangan penting.

Akan sangat menarik mengamati torehan Ronaldo dan Messi pada tahun 2019 mendatang. Namun, dengan keduanya telah mengakhiri tahun kalender 2018 ini, alangkah baiknya mengamati torehan mereka sepanjang tahun - yang juga merupakan tahun Piala Dunia.

Membandingkan

Agen Domino- Dua pemain ini memang terus jadi topik perdebatan yang panas. Suporter mereka masing-masing sering berselisih - meski sebenarnya mereka berdua tetap menjaga hubungan profesional berjalan baik.

Berlandaskan pada adu argumen tersebut, siapakah yang lebih superior pada tahun kalender 2018? Pertanyaan ini tak mudah tetapi setidaknya statistik bisa membantu menemukan jawabannya.

Mengutip laman messivsronaldo.net, setelah laga Juve vs Sampdoria, Sabtu (29/12) kemarin, berikut statistik dua pemain tersebut sepanjang tahun 2018:




Pemenangnya? Messi.

Ronaldo gagal mencetak 50 gol dalam satu tahun kalender untuk pertama kalinya sejak 2010 lalu. Messi juga unggul dalam membuat assists, meski Ronaldo lebih apik saat membela tim nasional.

CANDUQQ | KPK AKAN KAJI PEMBERATAN HUKUM TERSANGKA SUAP PROYEK AIR MINUM

KPK AKAN KAJI PEMBERATAN HUKUM TERSANGKA SUAP PROYEK AIR MINUM




CANDUQQ- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengkaji penggunaan pasal pemberatan terhadap delapan tersangka kasus dugaan suap proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tahun anggaran 2017-2018.

"Pemberatan kami lihat juga, bisa jadi serah terima itu sebelum bencana nanti dipelajari dulu. Kami pelajari pelan-pelan," kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang dalam konferensi pers di kantornya, Minggu (30/12) dini hari.

Dari delapan orang, KPK menetapkan empat pejabat Kementerian PUPR sebagai tersangka karena diduga telah menerima suap untuk mengatur lelang terkait dengan proyek pembangunan sistem SPAM tahun anggaran 2017-2018 di Umbulan 3-Pasuruan, Lampung, Toba 1 dan Katulampa.

"Dua proyek lainnya adalah pengadaan pipa HDPE di Bekasi dan daerah bencana Donggala, Palu, Sulawesi Tengah," katanya.

Keempat orang itu kata Saut mendapat jatah suap yang berbeda-beda. Pertama, Kepala Satuan Kerja SPAM, Anggiat Partunggul Nahot Simaremare (ARE) diduga menerima Rp350 juta dan 5.000 dolar AS untuk pembangunan SPAM Lampung serta Rp500 juta untuk pembangunan SPAM di Umbulan 3, Pasuruan, Jawa Timur.

Kedua, PPK SPAM Katulampa, Meina Woro Kustinah (MWR) diduga menerima sebesar Rp1,42 miliar dan 22.100 dolar Singapura untuk pembangunan SPAM Katulampa.

Ketiga, Kepala Satuan Kerja SPAM Darurat Teuku Moch Nazar (TMN) diduga menerima Rp2,9 miliar untuk pengadaan pipa HDPE di Bekasi dan Donggala, Palu, Sulawesi Tengah. Keempat, PPK SPAM Toba 1 Donny Sofyan Arifin (DSA) diduga menerima Rp170 juta untuk pembangunan SPAM Toba 1.

Menurut Saut, proyek pengadaan air minum merupakan proyek strategis yang diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar karena menyangkut hajat hidup orang banyak. Jika dikenakan pasal pemberatan, maka korupsi yang terkait bencana dapat dikenakan hukuman mati.

"Bisa dihukum mati kalau korupsi yg menyengsarakan orang banyak. Kita pelajari dulu. Kalau itu memang relevan," kata Saut.

Secara umum, KPK mengecam kasus suap yang diawali peristiwa tangkap tangan ini karena berkaitan dengan pengadaan air minum (SPAM) di daerah bencana di Sulawesi Tengah.

"KPK mengecam keras dan sangat prihatin karena dugaan suap ini salah satunya terkait proyek pembangunan SPAM di daerah bencana di Donggala, Palu, Sulawesi Tengah yang baru saja terkena bencana tsunami," ujarnya.

Agen Domino- Sebelumnya, lembaga antirasuah itu menetapkan delapan tersangka dalam kasus dugaan suap lelang proyek SPAM. Empat tersangka diduga sebagai pemberi suap yaitu, Direktur Utama PT Wijaya Kusuma Emindo (PT WKE) Budi Suharto (BSU), Direktur PT WKE Lily Sundarsih Wahyudi (LSU), Direktur Utama PT Tashida Sejahtera Perkasa (PT TSP) Irene Irma (IIR), dan Direktur PT TSP Yuliana Enganita Dibyo (YUL).

Empat pejabat Kementerian PUPR yang diduga menerima suap adalah Kepala Satuan Kerja SPAM Anggiat Partunggul Nahot Simaremare (ARE), PPK SPAM Katulampa Meina Woro Kustinah (MWR), Kepala Satuan Kerja SPAM Darurat Teuku Moch Nazar (TMN), dan PPK SPAM Toba 1 Donny Sofyan Arifin (DSA).

Keempat pejabat Kementerian PUPR yang diduga sebagai penerima, dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 64 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan sebagai pihak yang diduga pemberi dijerat dengan Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, Juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP. 

CANDUQQ | KPK AKAN KAJI PEMBERATAN HUKUM TERSANGKA SUAP PROYEK AIR MINUM

KPK AKAN KAJI PEMBERATAN HUKUM TERSANGKA SUAP PROYEK AIR MINUM




CANDUQQ- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengkaji penggunaan pasal pemberatan terhadap delapan tersangka kasus dugaan suap proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tahun anggaran 2017-2018.

"Pemberatan kami lihat juga, bisa jadi serah terima itu sebelum bencana nanti dipelajari dulu. Kami pelajari pelan-pelan," kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang dalam konferensi pers di kantornya, Minggu (30/12) dini hari.

Dari delapan orang, KPK menetapkan empat pejabat Kementerian PUPR sebagai tersangka karena diduga telah menerima suap untuk mengatur lelang terkait dengan proyek pembangunan sistem SPAM tahun anggaran 2017-2018 di Umbulan 3-Pasuruan, Lampung, Toba 1 dan Katulampa.

"Dua proyek lainnya adalah pengadaan pipa HDPE di Bekasi dan daerah bencana Donggala, Palu, Sulawesi Tengah," katanya.

Keempat orang itu kata Saut mendapat jatah suap yang berbeda-beda. Pertama, Kepala Satuan Kerja SPAM, Anggiat Partunggul Nahot Simaremare (ARE) diduga menerima Rp350 juta dan 5.000 dolar AS untuk pembangunan SPAM Lampung serta Rp500 juta untuk pembangunan SPAM di Umbulan 3, Pasuruan, Jawa Timur.

Kedua, PPK SPAM Katulampa, Meina Woro Kustinah (MWR) diduga menerima sebesar Rp1,42 miliar dan 22.100 dolar Singapura untuk pembangunan SPAM Katulampa.

Ketiga, Kepala Satuan Kerja SPAM Darurat Teuku Moch Nazar (TMN) diduga menerima Rp2,9 miliar untuk pengadaan pipa HDPE di Bekasi dan Donggala, Palu, Sulawesi Tengah. Keempat, PPK SPAM Toba 1 Donny Sofyan Arifin (DSA) diduga menerima Rp170 juta untuk pembangunan SPAM Toba 1.

Menurut Saut, proyek pengadaan air minum merupakan proyek strategis yang diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar karena menyangkut hajat hidup orang banyak. Jika dikenakan pasal pemberatan, maka korupsi yang terkait bencana dapat dikenakan hukuman mati.

"Bisa dihukum mati kalau korupsi yg menyengsarakan orang banyak. Kita pelajari dulu. Kalau itu memang relevan," kata Saut.

Secara umum, KPK mengecam kasus suap yang diawali peristiwa tangkap tangan ini karena berkaitan dengan pengadaan air minum (SPAM) di daerah bencana di Sulawesi Tengah.

"KPK mengecam keras dan sangat prihatin karena dugaan suap ini salah satunya terkait proyek pembangunan SPAM di daerah bencana di Donggala, Palu, Sulawesi Tengah yang baru saja terkena bencana tsunami," ujarnya.

Agen Domino- Sebelumnya, lembaga antirasuah itu menetapkan delapan tersangka dalam kasus dugaan suap lelang proyek SPAM. Empat tersangka diduga sebagai pemberi suap yaitu, Direktur Utama PT Wijaya Kusuma Emindo (PT WKE) Budi Suharto (BSU), Direktur PT WKE Lily Sundarsih Wahyudi (LSU), Direktur Utama PT Tashida Sejahtera Perkasa (PT TSP) Irene Irma (IIR), dan Direktur PT TSP Yuliana Enganita Dibyo (YUL).

Empat pejabat Kementerian PUPR yang diduga menerima suap adalah Kepala Satuan Kerja SPAM Anggiat Partunggul Nahot Simaremare (ARE), PPK SPAM Katulampa Meina Woro Kustinah (MWR), Kepala Satuan Kerja SPAM Darurat Teuku Moch Nazar (TMN), dan PPK SPAM Toba 1 Donny Sofyan Arifin (DSA).

Keempat pejabat Kementerian PUPR yang diduga sebagai penerima, dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 64 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan sebagai pihak yang diduga pemberi dijerat dengan Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, Juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP. 

CANDUQQ | KPK AKAN KAJI PEMBERATAN HUKUM TERSANGKA SUAP PROYEK AIR MINUM

KPK AKAN KAJI PEMBERATAN HUKUM TERSANGKA SUAP PROYEK AIR MINUM




CANDUQQ- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengkaji penggunaan pasal pemberatan terhadap delapan tersangka kasus dugaan suap proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tahun anggaran 2017-2018.

"Pemberatan kami lihat juga, bisa jadi serah terima itu sebelum bencana nanti dipelajari dulu. Kami pelajari pelan-pelan," kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang dalam konferensi pers di kantornya, Minggu (30/12) dini hari.

Dari delapan orang, KPK menetapkan empat pejabat Kementerian PUPR sebagai tersangka karena diduga telah menerima suap untuk mengatur lelang terkait dengan proyek pembangunan sistem SPAM tahun anggaran 2017-2018 di Umbulan 3-Pasuruan, Lampung, Toba 1 dan Katulampa.

"Dua proyek lainnya adalah pengadaan pipa HDPE di Bekasi dan daerah bencana Donggala, Palu, Sulawesi Tengah," katanya.

Keempat orang itu kata Saut mendapat jatah suap yang berbeda-beda. Pertama, Kepala Satuan Kerja SPAM, Anggiat Partunggul Nahot Simaremare (ARE) diduga menerima Rp350 juta dan 5.000 dolar AS untuk pembangunan SPAM Lampung serta Rp500 juta untuk pembangunan SPAM di Umbulan 3, Pasuruan, Jawa Timur.

Kedua, PPK SPAM Katulampa, Meina Woro Kustinah (MWR) diduga menerima sebesar Rp1,42 miliar dan 22.100 dolar Singapura untuk pembangunan SPAM Katulampa.

Ketiga, Kepala Satuan Kerja SPAM Darurat Teuku Moch Nazar (TMN) diduga menerima Rp2,9 miliar untuk pengadaan pipa HDPE di Bekasi dan Donggala, Palu, Sulawesi Tengah. Keempat, PPK SPAM Toba 1 Donny Sofyan Arifin (DSA) diduga menerima Rp170 juta untuk pembangunan SPAM Toba 1.

Menurut Saut, proyek pengadaan air minum merupakan proyek strategis yang diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar karena menyangkut hajat hidup orang banyak. Jika dikenakan pasal pemberatan, maka korupsi yang terkait bencana dapat dikenakan hukuman mati.

"Bisa dihukum mati kalau korupsi yg menyengsarakan orang banyak. Kita pelajari dulu. Kalau itu memang relevan," kata Saut.

Secara umum, KPK mengecam kasus suap yang diawali peristiwa tangkap tangan ini karena berkaitan dengan pengadaan air minum (SPAM) di daerah bencana di Sulawesi Tengah.

"KPK mengecam keras dan sangat prihatin karena dugaan suap ini salah satunya terkait proyek pembangunan SPAM di daerah bencana di Donggala, Palu, Sulawesi Tengah yang baru saja terkena bencana tsunami," ujarnya.

Agen Domino- Sebelumnya, lembaga antirasuah itu menetapkan delapan tersangka dalam kasus dugaan suap lelang proyek SPAM. Empat tersangka diduga sebagai pemberi suap yaitu, Direktur Utama PT Wijaya Kusuma Emindo (PT WKE) Budi Suharto (BSU), Direktur PT WKE Lily Sundarsih Wahyudi (LSU), Direktur Utama PT Tashida Sejahtera Perkasa (PT TSP) Irene Irma (IIR), dan Direktur PT TSP Yuliana Enganita Dibyo (YUL).

Empat pejabat Kementerian PUPR yang diduga menerima suap adalah Kepala Satuan Kerja SPAM Anggiat Partunggul Nahot Simaremare (ARE), PPK SPAM Katulampa Meina Woro Kustinah (MWR), Kepala Satuan Kerja SPAM Darurat Teuku Moch Nazar (TMN), dan PPK SPAM Toba 1 Donny Sofyan Arifin (DSA).

Keempat pejabat Kementerian PUPR yang diduga sebagai penerima, dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 64 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan sebagai pihak yang diduga pemberi dijerat dengan Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, Juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP. 

CANDUQQ | DAMPAK DARI ERUPSI GUNUNG AGUNG, HUJAN ABU SELIMUTI SEJUMLAH DESA

DAMPAK DARI ERUPSI GUNUNG AGUNG, HUJAN ABU SELIMUTI SEJUMLAH DESA




CANDUQQ- Sejumlah desa terdampak hujan abu ringan dan sedang dari erupsi Gunung Agung, Bali, yang terjadi dini hari pukul 04.09 WITA, Minggu (30/12).

Berdasarkan informasi yang diberikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karangasem, delapan wilayah terkena paparan hujan abu. Yakni, Banjar Dinas Uma Anyar Ababi bagian barat terpapar hujan abu ringan, dan Kota Amlapura terpapar hujan abu sedang.

Selanjutnya, hujan abu ringan juga menyembur ke Desa Seraya Barat, Seraya Tengah, Banjar Dinas Ujung Pesisi, Lingkungan Pesagi dan Pebukit, Desa Tenggalinggah, serta Kantor BPBD.

"Hasil koordinasi dengan Kepala Desa Ban dan Desa Dukuh, Gunung Agung terpantau cerah. Tidak terlihat ada asap keluar. Sementara, Desa Jungutan dari Kantor BPBD Gunung Agung terpantau mendung tebal," tulis keterangan BPBD Karangasem.

Dini hari tadi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementerian ESDM menyebut Gunung Agung mengalami erupsi selama 3 menit 8 detik. Gunung Agung pun ditetapkan pada status Level III atau siaga. 

"Telah terjadi erupsi Gunung Agung, Bali, pada 30 Desember 2018, namun tinggi kolom abu tidak teramati. Erupsi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi kurang lebih 3 menit 8 detik," tutur Kepala Bagian Humas BMKG Harry Tirto.

Agen Domino- Masyarakat di sekitar Gunung Agung, termasuk pendaki dan wisatawan, diimbau agar tidak berada di sekitar zona perkiraan bahaya, baik untuk mendaki dan melakukan aktivitas lain. Zona tersebut adalah di seluruh area di dalam radius 4 kilometer dari bawah puncak gunung.

Zona perkiraan bahaya bersifat dinamis dan terus dievaluasi. Nantinya, zona dapat diubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan data pengamatan Gunung Agung yang paling aktual.

Masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di sekitar aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung juga diminta waspada terhadap potensi ancaman bahaya sekunder.

"Berupa aliran lahar hujan yang dapat terjadi, terutama pada musim hujan," tandasnya.

Saturday, December 29, 2018

Eva in der Politik eBook by Carry Brachvogel - 9783843083621

title







Ratings and Reviews (0
0 star ratings
0 reviews
)









Overall rating








5 Stars
4 Stars
3 Stars
2 Stars
1 Stars





0
0
0
0
0






Be the first to rate and review this book!





You"ve already shared your review for this item. Thanks!


We are currently reviewing your submission. Thanks!


Complete your review














book cover

Eva in der Politik


by Carry Brachvogel


Share your thoughts


Complete your review


Tell readers what you thought by rating and reviewing this book.


Rate it *


You Rated it *












1 Star - I hated it



2 Stars - I didn"t like it



3 Stars - It was OK



4 Stars - I liked it



5 Stars - I loved it




Please make sure to choose a rating


Add a review


* Required

Review *





How to write a great review



Do

  • Say what you liked best and least

  • Describe the author"s style

  • Explain the rating you gave

Don"t

  • Use rude and profane language

  • Include any personal information

  • Mention spoilers or the book"s price

  • Recap the plot




(0) 50 characters minimum



The review must be at least 50 characters long.


Title *


The title should be at least 4 characters long.


Display Name *


Your display name should be at least 2 characters long.













Report a review



At Kobo, we try to ensure that published reviews do not contain rude or profane language, spoilers, or any of our reviewer"s personal information.


Would you like us to take another look at this review?






Thanks!



You"ve successfully reported this review. We appreciate your feedback.













book cover

Eva in der Politik


by Carry Brachvogel


Thanks for Sharing!


You submitted the following rating and review. We"ll publish them on our site once we"ve reviewed them.

















0







Source